Jakarta, CNN Indonesia

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati penuaan penduduk dan perubahan iklim yang terjadi belakangan ini makin memberatkan ekonomi dunia. Untuk penuaan penduduk, ia menyebut negara-negara yang didominasi oleh pria atau berbudaya alpha male yang paling berisiko.

Menurutnya, negara yang didominasi pria menyebabkan penuaan penduduk alias aging population semakin cepat.

“Negara-negara yang memang very male dominated, dan mereka sangat alpha male, itu menyebabkan perempuan merasa tidak worth untuk kemudian berumah tangga, dan so difficult untuk raise children, ini menyebabkan aging population yang sangat cepat,” kata wanita yang akrab disapa Ani itu dalam acara Seminar Nasional Jesuit Indonesia di Hotel Mulia Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (30/5).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mulanya, ia menjelaskan penduduk di dunia tadinya berjumlah 6 miliar yang sekarang sudah menjadi 8 miliar. Nantinya jumlah akan meningkat dan 9 miliar orang dan sebagian besarnya berusia tua.

“Kalau penduduk suatu negara yang usianya di atas 65, sudah di atas 10 persen atau 15 persen, itu artinya society itu mulai aging,” ujarnya.

Ia pun merinci sejumlah negara yang sudah mengalami penuaan penduduk secara cepat, seperti Singapura, China, Korea Selatan, Jepang, hingga Afrika.

Ani mengatakan Singapura sudah lebih dari satu dekade meminta supaya perempuan mau menikah dan memiliki anak, bahkan ada paket kebijakan negara untuk berpacaran. Meski program seperti itu belum terlihat hasilnya.

“Kemudian China, kita semuanya tahu One Child Policy. Tapi negara yang diam-diam enggak ada One Child Policy tapi lebih dahsyat aging-nya adalah Korea Selatan, selain Jepang yang kita semuanya tahu,” ungkap Ani lebih lanjut.

“Eropa kita sudah kenal, tapi sekarang di Asia itu sangat cepat,” sambungnya.

“Dan kita menghadapi juga disrupsi yang terus-menerus dari teknologi digital. Itulah kondisi yang kita hadapi,” tegas dia.

[Gambas:Video CNN]

(del/agt)






Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *