Jakarta, CNN Indonesia

Nilai tukar rupiah bertengger di RpRp16.125 per dolar AS pada Selasa (14/5). Mata uang Garuda melemah 44 poin atau minus 0,28 persen dari perdagangan sebelumnya.

Mata uang di kawasan Asia terpantau kompak bergerak di zona merah. Tercatat, won Korea Selatan melemah 0,09 persen, peso Filipina melemah 0,04 persen, dan ringgit Malaysia minus 0,10 persen.

Kemudian baht Thailand minus 0,02 persen, dolar Singapura melemah 0,04 persen, yen Jepang minus 0,15 persen, dan yuan China 0,06 persen. Sementara dolar Hong Kong terpantau mandek.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Senada, mata uang di negara maju terpantau kompak anjlok. Tercatat, poundsterling Inggris melemah 0,03 persen, dolar Australia melemah 0,09 persen, dan euro Eropa minus 0,03 persen.

Lalu dolar Kanada minus 0,10 persen dan franc Swiss minus 0,02 persen.

Pengamat pasar keuangan Ariston Tjendra melihat rupiah masih berpotensi dalam tekanan terhadap dolar AS hari ini. Ia mengatakan data inflasi AS yang akan dirilis malam ini dan besok malam menjadi fokus pasar karena itu bisa mempengaruhi The Fed dalam mengambil kebijakan suku bunga acuan.

Menurutnya, jika data inflasi lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya, pasar bisa berekspektasi pemangkasan bakal terjadi di akhir tahun. Namun sebaliknya bila lebih rendah, pasar bisa berekspektasi pemangkasan akan datang lebih cepat.

“Melihat data ekonomi AS yang masih kuat, peluang inflasi naik lebih tinggi menjadi lebih besar sehingga ekspektasi pemangkasan lebih cepat menurun dan dolar bisa menguat lagi,” kata dia kepada CNNIndonesia.com.

Berdasarkan sentimen di atas, ia pun memproyeksikan rupiah bergerak di kisaran Rp16.050 sampai Rp16.100 per dolar AS pada hari ini.

(del/agt)







Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *